Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap kompetisi olahraga ketahanan. Oleh karena itu, memahami Protokol Darurat di Lintasan adalah tanggung jawab yang tidak dapat diabaikan oleh setiap peserta, relawan, maupun tim medis. Protokol Darurat di Lintasan mencakup serangkaian prosedur standar yang harus diaktifkan ketika terjadi insiden medis serius, cedera, atau kondisi yang mengancam jiwa atlet. Efektivitas penanganan insiden sangat bergantung pada kecepatan pelaporan, pengetahuan dasar pertolongan pertama oleh sesama peserta, dan kesiapan tim medis di Pos Medis yang telah ditentukan. Mengingat medan perlombaan seringkali sulit dijangkau (seperti gunung atau hutan), respons cepat di lokasi kejadian menjadi penentu keberhasilan evakuasi.
Panduan Pertolongan Pertama Dasar untuk Peserta
Setiap peserta disarankan untuk memiliki pengetahuan dasar pertolongan pertama, terutama dalam menangani cedera umum perlombaan endurance. Jika seorang atlet menemukan peserta lain dalam kesulitan atau cedera parah, langkah-langkah berikut harus diambil:
- Stop dan Safety: Amankan lokasi (jangan pindahkan korban jika dicurigai cedera tulang belakang) dan pastikan Anda dan korban aman dari bahaya lebih lanjut (misalnya, menjauh dari tepi jurang atau jalur yang licin).
- Lapor: Segera hubungi Nomor Darurat Perlombaan (biasanya tercantum pada bib atau nomor dada) dan berikan lokasi seakurat mungkin (menggunakan kode rute atau koordinat GPS).
- Bantuan Dasar: Berikan pertolongan pertama dasar sesuai kemampuan Anda (misalnya, menstabilkan fraktur dengan perban elastis atau mencegah hipotermia dengan selimut darurat).
Dalam Race Briefing Jakarta International Marathon (JIM) 2026 yang diselenggarakan pada Jumat, 7 Maret 2026, Kepala Tim Medis, Dr. Budi Santoso, Sp.OT., secara khusus mengedukasi peserta mengenai langkah RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) untuk cedera sendi ringan, menekankan bahwa intervensi dini dapat mencegah cedera kecil menjadi parah.
Lokasi dan Peran Pos Medis
Penempatan Pos Medis strategis disepanjang rute merupakan inti dari Protokol Darurat di Lintasan. Lokasi Pos Medis diatur berdasarkan:
- Jarak: Biasanya setiap $5$ hingga $10$ kilometer, tergantung intensitas perlombaan.
- Aksesibilitas: Diprioritaskan di lokasi yang mudah diakses oleh tim evakuasi (ambulans, helikopter, atau tim SAR darat).
- Titik Krusial: Ditempatkan sebelum atau sesudah segmen rute yang paling menantang (tanjakan curam atau turunan teknis).
Pada perlombaan jarak jauh di medan terjal, seperti Lomba Lintas Alam Sentul, yang diadakan pada Minggu, 21 September 2025, terdapat Pos Medis Utama di garis finish dan tiga Pos Medis Satelit di check point terpenting.
Koordinasi dan Evakuasi
Pelaksanaan Protokol Darurat di Lintasan melibatkan sinergi multi-pihak. Pada kasus evakuasi serius, tim medis perlombaan berkoordinasi langsung dengan pihak berwenang. Pada Rabu, 5 November 2025, di ajang trail di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah, tim evakuasi gabungan dari Basarnas Kabupaten Pati dan Polsek Sukolilo, yang dipimpin oleh Aiptu Giyatno, merespons laporan darurat. Mereka menggunakan all-terrain vehicle (ATV) untuk menjangkau lokasi di Km 40 yang terjal, menunjukkan kesiapan logistik dan kerjasama antarlembaga. Keputusan untuk mengaktifkan evakuasi adalah kewenangan penuh dari Medical Director perlombaan setelah menerima laporan awal.




































